Assalamu’alaikum Wr., Wb.
الحمد لله الكريم المنان الّذي خلق
الانسان وعلمه البيان والصّلاة والسّلام على خير الانام سيّدنا ونبيّنا وقرّة
اعيوننا محمّد الى اخر الايام. (امّا بعد)
Hadirin Kaum
Musilimin Rohimakumullah
Segala puji
hanya bagi Allah dialah tuhan semesta alam, dialah Allah Robbul ‘Ijjah dan
Allah Robbul ‘Alamiin. Seraya tetap mempersembahkan sholawat dan salam keribaan
junjunan dan teladan umat manusia baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Dialah
utusan Allah pengikis habis ajaran kapitalis dan ajaran komunis. Tak terlupa
para sahabat dan keluarganya, pendamping dan penerus penerima tugas da’wah
setelah selesai risalah agung.
Ma’asyirol
Musilimin Rohimakumullah
Dalam rangka
merealisasikan tujuan mulia dan meneruskan jejak langkah Rosulullah maka kita perlu
menoleh 1437 kebelakang yaitu tepatnya kepada siroh perjalanan da’wah Nabi
Besar Muhammad Saw, kita harus mencontoh bagaimana beliau mengajak dan
menda’wahi umat sehingga beliau mampu membangun masyarakat yang berbudaya dan
peradaban. Adapun inti dari metode da’wah Rosul dan ulama salaf dahulu adalah:
Yang pertama, dakwah salafiyah. Yang dinamakan dakwah salafiyah adalah dakwah
dengan mengajak seluruh lapisan umat manusia dengan jalan yang pernah ditempuh
oleh para ulama salaf dengan selalu berpegang teguh kepada al-qur’an dan
al-hadits. Karena dengan dua landasan tersebut seorang da’I harus mampu
menanamkan ajaran al-qur’an dan as-sunnah sehingga pada akhirnya semua
kehidupan individu manusia tetap terbingkai dan terarah kepada tuntunan dan
konsep ROBBANI, Karena kita akui al-qur’an dan as-sunah adalah sebuah aturan
yang mampu mengantarkan setiap individu manusia muslimin kepada pintu gerbang
mardhotillah. Dalam sebuah hadits nya Rosulullah bersabda:
وحدثني عن مالك انه
بلغه ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم
بهما كتاب الله وسنة نبيه
Yang kedua, dari dakwah rosulullah SAW adalah Thoriqo Sunniyah.
Yang dinamakan
Thoriqoh Sunniyah adalah dakwah dengna cara mengajak seluruh umat manusia agar
terbiasa mengamalkan sunnal rosululloh dan mencontoh serta meneladani semua
perilaku kehidupan beliau dalam semua dimensi kehidupan. Karena sebagai mana
Alloh firmankan bahwa dalam diri rosul itu ada banyak tauladan yang patut kita
contoh sebagai pengaplikasian dari kecintaan kita terhadap rosul. Sebagaimana
terdapat dalam Al-qur’an yang berbunyi:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ
أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ
اللَّهَ كَثِيرًا
Hadirin Rohimakumullah,
Ketiga, dakwah Rosululloh itu haqikat sufiyah. Yang dimaksud haqikat
sufiyah adalah dakwah yang dilakukan untuk mencapai terwujudnya manusia-manusia
yang memiliki jiwa yang suci dan qolbu yang bersih serta dengan membiasakan
amal yang berdasarkan akhlaq yang mulia serta cinta dijalan Allah. Karena pada
haqiqatnya semua perilaku kehidupan manusia diatur oleh segumpal darah yang
dinamakan hati. Sebagaimana sabda rousulllah saw yang berbunyi:
ألا وإن في الجسد مضغة إذا
صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب
ARTINYA: Ketahuilah bahwa didalam tubuh
[manusia] terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh.
Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Maka ketahuilah bahwa segumpal
daging itu adalah hati
Yang keempat,
dari dakwah rosulullah itu adalah jamaah Riadliyah. Yang dinamakan Jama’ah
Riadliyah adalah dakwah yang mengarahkan
setiap peribadi muslim untuk menjadi orang yang tangguh sehat jasmani dan
rohani sehingga kebal kepada setiap tantangan dan cobaan. Dalam sebuah
hadits-nya Rosulullah pernah bersabda tentang hebatnya seorang muslim yang kuat
fisiknya dan sehat rohaninya:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ
مِنَ
الْمُؤْمِنِ
الضَّعِيفِ
Dengan beberapa
metodi dakwah tadi diatas, mudah-mudahan kita semua mampu merealisasikannya
sehingga yang kini berada pada masa yang kritis dan menyedihkan dapat teratasi
sehingga seluruh umat islam akhirnya menyadari betapa pentingnya kita beramal
dan berperilaku sehari-hari menurut konsep Robbani.
Pada akhirnya
saya mengajak kepada semua rekan santriyin dan santriyat untuk selalu menanam
cita-cita disetiap relung hati masing-masing bahwa tujuan yang paling utama
adalah tegaknya syari’at Allah dimuka bumi ini sehingga bumi pertiwi ini
tercipta menjadi sebuah negeri seperti apa yang telah dibangun oleh Rasulullah
dengan sebutan negeri madani, yaitu sebuah negara yang penuh dengan keadilan
dan kedamaian. Sehingga pada saat itu islam betul-betul menjadi umat yang
dijadikan Alloh sebagai Kholifah fil Ardi.
Yang terakhir
dari saya, mari kita bermunajat kepada Alloh dan bertawakal kepada-Nya
mudah-mudahan apa yang sudah kita kerjakan dicatat sebagai amal sholeh kita
semua dana pa yang kita cita-citakan senantiasa Allah mengabulkannya.
Dari awal
smapai akhir pembicaraan saya dicukupkan sekian, atas segala perhatiannya saya
ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr., Wb.

Komentar
Posting Komentar