MATERI DAKWAH - CARA UNTUK MEMBERI SEMANGAT SANTRI

BERPIKIR DI MASA MUDA SEBELUM DATANG MASA TUA
السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الّذي جعلنا من االناصحين. وافهمنا من علوم العلماءالراشحين. اشهد ان لااله الا الله واشهد انّ محمّداعبده ورسوله. اللهمّ ايّاك نعبد وايّاك نستعين ولمعونتك ينبلغ الحقّ ويستعين.
 اماّ بعد
Pertama-tama yang paling utama, yang dipentingkan para ulama, itu adalah nikmat dari Allah. Karena Allahlah yang telah memberikan nikmat kepada kita. Sehingga kita dapat berkumpul kembali, silaturahmi kembali, bahkan bertatap muka di haflah mubarokah ini.
Sholawat dan salam kita curahkan kepada baginda kita, hakim terkuat anti khianat, Rosul anti lacur, manusia anti durhaka, yang telah membawakan umatnya dari zaman zahiliyah sampai zamannya ilmiah, yang telah mendobrak dinding kemusyrikan dan kemunafikan, yakni habibana, wanabiyana, wamaulana Muhammad saw. Dan keluarganya, shohabatnya, pengikutnya, tabi’in ta tabi’iatnya sampai kita selaku umatnya mudah-mudahan kita mendapat syafa’at darinya.amin ya robbal alamin.
Hadirin yang dirahmati Allah! Penyair terkenal bernama Wilian Scoun dalam satu obrolan-obrolannya dengan anak-anak remaja, dia pernah berpesan : “Hai anak-anak muda! Berpikirlah kamu diwaktu pagi, bekerjalah  kamu di waktu siang, makanlah kamu diwaktu sore, dan tidurlah kamu diwaktu malam”. Kalimat sederhana tapi mengandung pengertian filosofis yang sangat  mendahsyatkan. Berpikirlah diwaktu pagi artinya belajarlah selagi muda. Bekerjalah kamu diwaktu siang artinya kalau sudah dewasa, kalau sudah cukup, kalau sudah bisa, amalkan ilmu itu untuk  kepentingan orang banyak, kepentingan bagi agama, bangsa, dan negara yang kita cintai ini. Makanlah kamu diwaktu sore artinya nikmati hasilnya dihari tua. Nanti hidup sudah tua meninggalkan prestasi. Dengan presatasi akan timbul prestisi. Pemuda, gejalanya ingin punya prestise tanpa prestasi. Kerjanya Cuma hardolin… … melulu. Dengan kerja seperti itu ingin punya prestise, ya mana mungkin!
Yang keempat tidurlah kamu diwaktu malam artinya matilah kamu dengan tenang. Jasadmu boleh dikubur didalam tanah, hancur lebur dimakan ulat, tapi namamu akan dikenang orang-orang selamanya karena hidupmu sudah meninggalkan nasabah. Logikanya sekarang: jika pagi kita tidak berpikir, nanti siang tidak bekerja. Jika siang tidak bekerja, maka sore tidak makan. Jika sore tidak makan, malam tidak akan bisa tidur. Itu jelas, waktu muda tidak belajar, dewasanya bingung, dewasa bingung tuanya terlunta-lunta, tuanya terlunta-lunta matinya pun sengsara. Maka biarlah keluar keringat banting tulang bergaul air mata diwaktu muda sekarang ini, insya Allah nanti kita akan menghadapi hidup dengan senyum dan senang.
Hadirin yang dimulyakan Allah !
Dalam hidup dimasyarakat ini, bagus kita bersyafa’at lilin. Kalau listrik mati, kita pasang lilin dirumah atau dikobong. Lilin yang dibakar itu kalau dia bisa ngomong, dia akan bilang : “hei… manusia! Kau bakar aku meleleh hancur, tubuhku kepanasan. Biarlah manusia! Biar meleleh hancur tubuh saya asalkan kamu mendapat terang”. Betul ora son? Artinya sepanjang yang kamu hina adalah saya, biarlah kalian hina saya asalkan jangan agama saya yang kalia hina. Biarkan saya jadi budak, asalkan jiwa saya merdeka. Untuk itu jangankan punya tenaga, waktu, pikiran, nyawa yang cuma satu-satunya karena saya ingin islam bersatu, hindarkanlah permusuhan, perselisihan, pertengkaran, perdebatan. Mari kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah dan Rosul-Nya.
وما اتاكم الرسول قخدوه وما نهاكم عنه فانتهوا
“Apa yang didatangkan Allah dan Rosul-Nya, kita harus melaksanakan dan apa yang dilarang oleh Allah dan Rosul-Nya kita harus meninggalkannya”.
Walaupun kita berbuat dosa yang tidak  keliatan oleh siapa pun, Allahlah yang akan melihatnya.
وهو معكم اينما كنتم
" Dan Allah bersamamu dimana pun kamu berada ,walaupun kita bersembunyi ditempat yang tinggi lagi kokoh”.
Demikinanlah ceramah saya kali ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Khususnya pada diri saya sendiri dan umumnya kepada pemuda-pemuda harapan bangsa, pemudi harapan pertiwi.
Wabillahi taufiq wal hidayah, warridho wal ‘inayah.
والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar