Assalamu’alaikum,
Wr., Wb.
Hadirin ma’asyirol muslimin rohimakumullah
Setiap perlombaan pasti ada satu saat mengalami titik garis
finisnya serta pentasan pemenangnya serta unggulan nilainya akan terlihat jelas
di akhir pertandingan.
Tamsil seperti itu persis halnya dengan kehidupan manusia di alam
dunia dunia ini yang selalu berlomba dan
berlomba untuk mrngjsr kehidupsn duniawi serta kesenagan dunia semata. Sering
sekali manusia tertipu dan terprdaya dalam fatamorgana dunia yang sangat
menggirkan sehingga manusia lupa akan tugas utama dari allah swt padahal
manuaia dicptakan hidup di dunia ini untuk beribadah dan mengabdi kepada allah
swt sebagaimana dijeaskan oleh allah melalui firmannya:
@“tidak
semata-mata kami menciptakan jin dan manusia kecuali mereka supaya beribadah kepada
kami”
Karena yakin hidup di dunia ini hanya sementara Karena pada saat
yang sudah di tentukan semua makhluk akan mengalami kematian.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْت
@“setiap tubuh
pasti akan mrngalami kematian.”
Dan di situlah hakikat kehidupan manusia yang sebenarnya setelah
kematian pula manusia dapat merasakan balasan amal yang ia kerjakan selama
hidup di dunia ini. Jikalau kebaikan amal solehah yang ia kerjakan maka balasan
adalah suatu kenikmatan dari allah swt tetapi jika selama hidup di dunia hanya
berbuat kamaksiatan dan kemunkaran maka siksa allah lah yang amat padih yan g
ia akan rasakan selama-lamanya.
Untuk itu sebelum ajal merengut jiwa, sebelum kita semua mencium
tanah merah mari kita siapkan bekal untuk kehidupan di akhirat nanti suatu
kehidupan yang abadil abad lebih jauh lagi rosulullah menegakan kepada ut
manusia yang menjalani kehidupan di dunia untuk melalui kematiannya, melaui
sabdanyaynag berbunyi:
اعمل لدُنيْاك كأنّكَ تعيشُ
أبداً، واعْمَلْ لآخِرَتِكَ كأنَكَ تَمُوتُ غداً
@“buktilah kamu
untuk kehidupan dunia kamu seperti halnya mau hidup di dunia selama-lamanya dan
buktilah kamu untuk kehidupanakhiratmu seperti halnya kamu akan mati besok
hari.”
Satu hadits tadi memberikan isyarat kepada kita semua bahwa kita
harus mampu membagi waktu antara kepentinga dunia dan akhirat sifat opitisme
dalam diri kita bahwa kita akan hidup lama, di duni kan melahirkan keemangatan
dalam kerja dan sifa selalu di ikuti oleh kematian akan melahirkan watak
ketekunan dalam ibadah serta amal solehah lainnya.
Hadirin ma’asyirol uslimin rohimakumullah
Kematian pasti akan dating, dan merupakan masalah yang misterius
sekali datangnya ersis seperti buah kelapa coba kit perhatikan buah kelapa
adakalanya yang masih muda masih “cengkir keneh” katakana lah sudah jatuh
adakalanya sudah ua eh…. Nyatanya belum juga jatuh begitu pula kematian yang
menimpa setiap manusia datangnya tidak sangka2 jika ia sudah menjemput kita
tidak ada seorang pun yang biasa
mengelaknya. Firman allah dalam alquran menjelaskan:
@“apabila sudah
datang ajal2 mereka maka tidak ada yang dapat mengahirkan sesaatpun dan tidak
ada yang dapat mendahulukannya.”
Oleh Karen sebab daangnya kematiansangat misteri, maka selamanya
kita harus bersiap menghadapi kematian terutama untuk bkal setelah kematian.
Dan setelah terjadinya kematian itu maka lepaslah hubungan seta
amliah waktu di dunia, kecuali 3 perkara yang bias menolong bagi orang yang
sudah mati, sebagaimana yang tersirat dalam hadits rosul:
إذا مات
ابن آدم. انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح أى مسلم
يدعو له وفائدة التقييد به مع أن دعاء الغير ينفعه تحريض الولد على الدعاء لأصله.
إعانة الطالبين ٣/١٥٧
@“apabila anak
adam telah meninggal dunia maka putslah semua amalannya kecuali 3 yaitu sodakoh
jariah, ilmu yang manfaat, dan anak yang solehah yang selalu mendo’akan kedua
orang tuanta.”
Itulah 3 masalah atau pakok unsur yang dapat membantu sebuah regu
di akhirat kelak lai manusia yang mempunyai 3 unsur tersebut karena kelak pada
akhrat nanti tidak berguna lagi harta, anak, ketampanan, kecantikan, sekalipun
saat itu tidak bernilai apa2 dapat kita bayangkan saudara2 harta benda yang
dulu menjadi kembanggaan kni setelah mati ditinggal begitu saja tanpa di baw
sedikitpun kecuali ehelai kain kapan kecantikan kini menjadi santapan cacing
tanah sungguh teramat bagi manusia yang mempunayi amal yang soleh.
Hadirin yang berbahagia
Untuk itu saya menhimbau kepada jama;ah sekalian , berbekalah untuk
menghadapi kematian agar di kemudian hari kita tidak mendapat ratapan
penyesalan selama-lamanya dan perbanyaklah mengingat mati agar kita tidak
terlalu banyak melakukanhal yang tak sesuai dengan aturan allah swt.
Barang kali hanya itu saja yang bias saya sampaikan pada acara
pengajian kali ini mohon maaf atas segaa kekurangan.
Wassalamu’alaikum,
Wr., Wb.
Komentar
Posting Komentar